cerpen kemerdekaan cinta tanah air

Cerpen] Aku dan Bendera Merah Putih Itu Bendera Merah Putih yang selalu dikibarkan setiap HUT Kemerdekaan membuatku semakin semangat untuk mengibarkannya. Karena pada tanggal 17 Agustus, aku akan tampil sebagai pengibar bendera Merah Putih di sekolahku. "Karena, aku sudah tergolong sebagai cinta tanah air. Jadi aku harus cintai dan hargai
Sinopsis- "Cinta Ahmad Mutawakkil" Cerpen ini mengisahkan perjuangan seorang nasionalis Melayu muda, Ahmad Mutawakkil yang sanggup berkorban nyawa untuk membebaskan tanah air daripada cengkaman penjajahan Inggeris dan kekejaman Parti Komunis Malaya. Cerita ini Pendaratan askar Jepun di Tanah Melayu pada tahun 1941 ternyata telah
Salam sobat semua. Kali ini Blog Download Software gratis akan mencoba membahas tema Cerpen. Cerpen adalah kependekan dari Cerita Pendek. Cerpen terbagi-bagi lagi menjadi beberapa tema salah satunya adalah Cerpen Cinta Tanah Air. Biasanya Cerpen cinta tanah air di buat sebagai dedikasi kita sebagai warganegara Indonesia yang mencintai tanah air kita yaitu Indonesia. Memang sebagai warga negara indonesia yang menunjung tinggal nilai - nilai kebangsaan sudah selayaknya kita mengisi hari-hari dengan sesuatu yang bermanfat bukan???. Jangan sampai kita menodai jerih payah hasil perjuangan para pejuang sebelum kita. Nah salah satu bentuk langkah positif dalam mengisi kemerdekaan yang kita rasakan adalah salahsatunya dengan membuat cerpen Cinta tanah air, banyak manfaat dengan membuat cerpen bertemakan tanah air, salah satunya untuk menyemangati diri sendiri ,ataupun orang yang membaca cerpen kita,dan yang paling penting adalah melatih kita dalam hal menulis betul gk???.. Baiklah berikut ini ada beberapa Kumpulan Cerpen cinta tanah air , semoga bisa menjadi bahan referensi bagi sobat yang ingin membaca atapun bagi yang mencari untuk tugas menulis Contoh Cerpen Cinta Tanah Air Kumpulan Contoh Cerpen Cinta Tanah Air - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Conton Cerpen cinta tanah air versi 1 Saya melangkahkan kaki ke sebuah tempat yaitu Anand Krishna Centre di tengah hiruk pikuk jalan Sunset Road yang penuh dengan modernisasi,sebuah pengalaman hidup karena telah mengikuti pembekalan dari Jurnalistik SHINDU belum lama ini. Tampak berbagai macam patung Dewa,arca Budha,patung Bunda Maria dan hiasan lampion. Sebenarnya tempat apakah ini? Sebuah perasaan berkecamuk dalam diri,sepertinya pergi ke sebuah tempat dengan nuansa perdamaian yang menerima segala perbedaan. “Rima mengapa kamu diam saja di pintu? Yuk masuk, kita lihat apa yang ada di dalam”,ajak Bli Wayan Suardi pemimpin tim berkunjung siang ini. “Oh, Nggih Bli. Ini Rima lagi lihat-lihat. Tempatnya bagus,bersih dan tenang. Baru melihat dari luar saja sudah membuat hati Rima tentram Bli!” jawab saya penuh semangat. Segera saya memasuki tempat indah ini. Wah, tempat yang sungguh luar biasa. Terdapat patung,arca,gambar tokoh-tokoh dari penjuru agama dan lambang dari semua agama di dinding. Dari agama Hindu,Islam,Nasrani,Budha,dan agama yang dianut di negeri Yahudi. Semuanya tertempel di dinding tepi altar dengan tampak belakang sebuah kain berwarna ganda, bendera kita Sang Merah Putih. Begitu melihatnya sungguh merasa bersemangat teringat cerita Sejarah yang diceritakan guru minggu lalu. “Yu,kamu membawa brosur? Boleh saya lihat?” tanya saya pada salah satu peserta. “Oh ya kak Rima, ini ada penjelasan dari panitianya juga”,ujarnya penuh senyum. Rupanya ini adalah tempat untuk membangkitkan rasa nasionalisme,memupuk rasa persatuan,cinta kasih,menghargai perbedaan agama,memperdalam agama dan kepercayaan masing-masing insan,sekaligus terapi penyembuhan untuk menyelaraskan jiwa dengan alam semesta, sehingga dapat mengembangkan potensi dalam diri yang terpendam. Sungguh hal yang membuat diri saya heran sekaligus takjub,hal yang jarang sekali terdengar di negeri ini. “ Seandainya semua generasi muda Indonesia, kalangan pemimpin yang sewenang-wenang pergi ke tempat ini maka Indonesia akan benar-benar bangkit! Ya, jika ada 100 tempat serupa kemudian semua mendapat pelatihan jadi negeri kita pasti damai”,bisik saya pelan. “ Ada apa kak? Bicara sama siapa?” tanya Ayu yang duduk di sampingku. Saya hanya menggeleng sambil tersenyum penuh arti. “Salam Indonesia!”seru Mbak Debby yang menjadi instruktur di AKC ini dengan semangat. “Loh teman-teman kok diam? Kalau saya dan kawan-kawan disini mengucapkan Salam Indonesia jawab dengan salam yang sama,karena kita semua adalah orang Indonesia”,tambahnya lagi. “Salam Indonesia!” “Salam Indonesia!” jawab kami kompak. Mbak Debby menjelaskan mengenai tempat ini yang sempat saya baca di brosur. Ternyata tempat ini boleh dikunjungi oleh siapa saja,tidak memandang latar belakang baik agama, suku maupun ras yang berbeda satu dengan yang lainnya. Hal yang terkadang sukar diterima oleh beberapa kalangan di Indonesia sekarang. “Baik teman-teman disini apakah ada pertanyaan mengenai tempat ini?”tanya Mbak Debby. Tak urung lagi saya pun segera mengangkat tangan, “Om Swastyastu, perkenalkan saya Rima. Ada yang ingin saya tanyakan mengenai patung,arca dan gambar dari seluruh kalangan agama ini maksudnya apa? Terimakasih atas penjelasannya, Om Santih,Santih,Santih Om ” “Om Swastyastu, baiklah Rima, mungkin saya dapat sedikit terangkan bahwa patung,arca,gambar dan lambang suci tiap agama disini berarti untuk mengingatkan bahwa kita makhluk ciptaan Tuhan dan mempunyai derajat sama di mata Beliau. Menghormati simbol-simbol. Contohnya dari patung Dewi Saraswati yang melambangkan ilmu pengetahuan,jadi kita dapat belajar terus menerus selagi masanya. Gambar itu adalah beberapa dari pemuka agama atau guru besar. Ada Yesus Kristus,Sidharta Gautama,Sai Baba dan yang lain. Semua perbedaan sungguh indah apabila tumbuh dalam satu harmoni bukan? Dunia sungguh damai bila hal itu dapat diwujudkan,sebagai generasi muda wajiblah mengamalkan rasa cinta agama,cinta tanah air,cinta sesama,cinta alam semesta”, kata Mbak Debby panjang lebar. Panitia memberi pengarahan bahwa kita akan pergi ke sebuah tempat yang bernama Secret Garden,sesuai tempatnya yang artinya rahasia. Konon akan mendapat bisikan hingga relung jiwa. Kemudian kami semua disuruh berdiri menghadap altar dengan bendera kebangsaan. “Mari berdiri sambil menghormat ke bendera, karena hari ini kita merayakan Hari Kebangkitan Nasional. Mari menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk memperingatinya. Tapi harus kompak penuh semangat.” “ Baik!!!” sahut kami dengan lantang. Indonesia Tanah Airku, tanah tumpah darahku Disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku Marilah kita berseru Indonesia bersatu Hiduplah tanahku hiduplah negeriku, bangsaku rakyatku semuanya Bangunlah jiwanya,bangunlah badannya untuk Indonesia Raya Indonesia Raya merdeka merdeka, tanahku negeriku yang kucinta Indonesia Raya merdeka merdeka hiduplah Indonesia Raya Indonesia Raya merdeka merdeka, tanahku negeriku yang kucinta Indonesia Raya merdeka-merdeka HIDUPLAH INDONESIA RAYA Lagu yang sungguh luar biasa, teringat dengan cerita perjuangan pahlawan hingga mengorbankan nyawa. Lagu perjuangan yang mungkin saja bukan salah satu lagu favorit remaja,bukan lagu anak band yang sedang menjadi trend. Setidaknya detik ini saya belajar. Belajar untuk menghargai jasa pahlawan kita, meskipun dengan cara berdiri 1 jam untuk upacara setiap Senin,menghapal Pembukaan UUD Negara RI 1945 yang belum juga saya kuasai, bahkan berbagai cara sederhana yang dapat kita lakukan sebagai anak bangsa. SECRET GARDEN “Wah , bagus tempatnya Bli Wayan! Maklum saya dari desa baru pertama kali ke kota sikapnya kampungan begini. Untung saja ikut acara ini, benar-benar pengalaman yang bermanfaat untuk saya, Bli!” ajak saya sambil tertawa. Sedangkan Bli Wayan tersenyum mengamati tingkah laku saya layaknya anak kecil mendapat sebatang permen. Sebelum masuk harus membunyikan bel seperti kuil di India. Taman itu cukup luas dikelilingi tanaman dan gemericik air kolam ditambah lagi lonceng angin yang berbunyi saat angin berhembus. Kami melepaskan alas kaki dan duduk beralas tikar bambu. Terlihat sebuah pratima Dewi Durgha bertangan sepuluh yang menginjak kerbau melambangkan mengalahkan sifat keraksasaan/hewani dan memunculkan sifat manusiawi dalam diri manusia. Ada kutipan dari berbagai kitab suci seluruh agama di dunia. Menginginkan hal sama yaitu perdamaian namun bahasanya saja berbeda. Mbak Putu memberi pengarahan untuk menegakkan badan sambil menenangkan diri, untuk bermeditasi. Gemericik air kolam, suara lonceng angin dan angin berhembus sepoi menambah khusuknya meditasi. Rasa lelah bahkan berbagai masalah lenyap dengan sejuknya hati. Tapi sepertinya saya mendapat bisikan rahasia dari alam semesta bahwa saya bersama seluruh generasi muda, harus mulai bergerak untuk berbuat sesuatu bagi bangsa ini. Mengajegkan Bali. Memperbaiki jiwa-jiwa yang telah tertarik ke dalam pusaran globalisasi. Menghapus citra Indonesia yang sarat dengan terorisme, pertengkaran, kemudian meningkatkan kedisplinan dan menghargai antar sesama dan agama. Usai meditasi dan keluarnya kami dari Secret Garden adalah akhir perjalanan seseorang dari pedalaman seperti saya. Namun perjalanan sesungguhnya baru saja dimulai ditandai dengan lajunya bus menuju tempat nan jauh di sana. Mungkin ini adalah sebuah mimpi,esok akan terbangun untuk melakukan sesuatu untuk Indonesia ini, mewujudkan rasa nasionalisme dari hati sanubari. Untuk Bali,Indonesia dan Bumi ini, sungguh saya akan datang lagi … sumber Contoh Cerpen Cinta Tanah Air Versi 2 Cintailah Tanah Air KitaOleh Ramadhana Kurnia Teng … teng … Waktu istirahat telah habis. Puluhan murid berhamburan dari kantin untuk kembali ke kelas mereka, ada juga yang dari masjid setelah melaksanakan ibadah sunnah sholat dhuha. Empat sekawan; Alisia, Ashley, Danial, dan Dakota keluar dari masjid dengan lesu. Alisia dan Ashley pergi menuju loker untuk menyimpan mukena mereka, diikuti Danial dan Dakota. “Setelah ini PKn, membosankan!” gerutu Ashley sambil mengeluarkan kunci loker dari sakunya lalu membuka loker. “Pelajarannya sudah membosankan, tambah lagi gurunya gak pernah senyum. Dari dulu cuma bahas buku paket lalu kerjain lima puluh soal, gak pernah berubah!” tambah Alisia sambil melemparkan mukena ke dalam loker dengan malas. “Tapi dia baik, lho! Nilai ulanganku cuma 86 tapi di raportku bisa jadi 92,” kekeh Dakota. “Mungkin dia jatuh cinta padamu,” jawab Ashley dengan sinis, ia mengunci loker sambil memutar bola matanya. “Bukan urusanku! Yang penting nilai raportku bagus, itu saja,” Dakota membuang muka. Danial hanya diam, tapi dari ekspresinya tentu saja dia setuju dengan ketiga sohibnya. “Aku mau jajan dulu aja!” Alisia berjalan menuju kantin, ketiga sobatnya mengikuti. Selesai jajan, mereka bertiga menuju ke kelas. Bu Guru belum datang, teman-teman mereka asyik bermain kartu UNO. “Assalamu’alaikum …,” sapa seorang laki-laki muda yang tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu. Semua anak berhambur menuju meja masing-masing. Ria segera membersihkan kartu UNO-nya dan menyembunyikannya di laci. Danial dan Dakota sibuk membenahi tali sepatu mereka yang diikatkan oleh Alisia dan Ashley sebagai pembalasan keusilan mereka selama ini. “Wa’alaikumussalam …,” jawab anak-anak sama sekali tak serentak. “Perkenalkan, nama saya Fauzi Abu Bakar, kalian bisa panggil saya Pak Fauzi. Saya akan menjadi guru PKn kalian mulai dari sekarang. Sebelum kita memulai pelajaran, coba kalian perkenalkan diri kalian satu persatu,” kata Pak Fauzi. Murid-murid saling berpandangan, tidak ada satupun yang mau pertama memperkenalkan diri. “Mulai dari yang paling depan saja,” sambung Pak Fauzi sambil tersenyum dan menunjuk meja Lutfi. Luthfi menggaruk-garuk kepalanya dan berdiri dengan sangat lambat. “Nama saya Luthfi Raditya Haryadi, biasa dipanggil Luthfi,” kata Luthfi. Semua anak-anak bergiliran memperkenalkan diri satu-persatu. “Baiklah, karena sudah perkenalan, mari kita mulai pelajaran. Hmm, sampai bab berapa pelajarannya, mbak mas?” tanya Pak Fauzi. Semua murid berpandangan. “Enggak tahu, Pak. Gurunya aja ngajar gak jelas,” celetuk Dakota sambil menguap lebar. “Loncat sana loncat sini, sama sekali nggak kayak katak.” “Baiklah, karena kalian tampaknya tidak semangat, saya akan cerita,” Pak Fauzi memutuskan sambil tersenyum. Semua anak meletakkan wajah mereka di meja. Bu Guru PKn yang dulu bila sudah memutuskan untuk bercerita’, maka itu adalah bencana bagi anak-anak karena anak-anak yang ngantuk disuruh menebak kelanjutan ceritanya yang sama sekali unpredictable dan gak seru. “Kisah ini kisah nyata yang dialami oleh saudara sepupu saya, namanya Kak Nayyif. Dia seorang sangat cerdas di sekolahnya, terutama dalam pelajaran math dan science. Setelah lulus SMA, ia dibiayai oleh pemerintah untuk sekolah di luar negeri dengan ikatan dinas. Iapun berangkat ke sebuah universitas di Washington dan bersekolah di sana. Di sana ia sakit, lalu ia periksa kepada seorang dokter dan ia positif mengidap suatu penyakit kanker dan diprediksi hidupnya tidak akan lama lagi. Lalu pada suatu hari, ia didatangi oleh tim dari Netherland dan ditawari untuk diobatkan tapi harus bersekolah di Amsterdam lalu bekerja untuk pemerintah Netherland. Kak Nayyif pun menolak karena ia ingat bahwa ia bisa pergi dan sekolah di sini karena dibiayai oleh pemerintah Indonesia. Lalu Kak Nayyif berdo’a bahwa ia ingin sekali melajutkan sekolahnya lalu bisa pulang kembali dan membangun negaranya, Indonesia, maka jika Allah meridhai niatnya itu, ia minta disembuhkan. Kemudian datanglah seorang dokter muslim dari sebuah rumah sakit besar di USA dan menawari Kak Nayyif pengobatan gratis. Kak Nayyif menerima tawaran tersebut. Kak Nayyif pun diobati oleh para ahli kesehatan dari rumah sakit besar tersebut dan pada akhirnya ia berhasil sembuh. Setelah sembuh, Kak Nayyif mulai menempuh sekolah S3-nya. Saat hendak lulus, ia didatangi oleh FBI untuk menjadi salah satu bagian dari mereka, tapi dengan demikian ia harus meninggalkan semua hidupnya dan hidup menjadi orang lain dengan identitas dan alamat lain, ia juga harus meninggalkan keluarganya dan seluruh kehidupannya di Indonesia. Kak Nayyif pun menolak dengan tawaran itu karena ia sangat ingin kembali pulang dan membangun negaranya,” cerita Pak Fauzi panjang lebar. Beliau memandang murid-muridnya sambil tersenyum. “Nah, dari sini banyak pelajaran yang dapat kita ambil,” sambung Pak Fauzi. “Untuk dapat membangun negara, rasa nasionalisme adalah hal yang utama dan hal yang sangat diperlukan oleh seseorang. Tapi nasionalisme tidak dapat berdiri sendiri. Seseorang yang memiliki rasa nasionalisme kuat tapi tidak diimbangi dengan iman yang kuat pula, maka akan memunculkan paham bernama fasisme, yaitu merasa bangsanya yang paling unggul. Saya akui, pelajaran PKn sangatlah membosankan, mengantukkan, dan menyebalkan. Saya tidak menuntut kalian semua untuk cinta pelajaran yang membosankan ini, yang saya inginkan adalah kalian semua cinta terhadap Indonesia.” sumber
Setelahanda sekalian mengetahui apa yang di maksud dengan Pancasila, saya akan menjelaskan sedikit tentang Pancasila sila ke 3,yaitu masyarakat Indonesia terdiri dari beragam pulau, etnis, suku, bahasa daerah, agama, warna kulit, dan sebagainya, namun tetap wajib mendapat persamaan kedudukan, serta persamaan kesejahteraan dibawah naungan
Lahan Airku Cerpen Karangan Frida AriyantiKategori Cerpen Pendidikan Lolos moderasi pada 19 November 2012 Bersumber penjajah menginjakkan kaki di tanah air ini pahlawan iandonesia tidak akan pernah tinggal diam di pijak oleh penjajah biar senjata hanyalah ” Awi Runcing ” namun demi membela kapling air ini , mereka mempertaruhkan nyawa dan mengeorbankan jiwa raganya demi tanah air indonesia ini ,sampai akhirnya satudemi satu pahlawan gugur , namun diantara pahlawan yang gugur muncullah generasi-generasi yang baru tumbuh dan terus merecup hingga akhirnya jadilah Tumbuh sewu , mereka beradu hingga karenanya kemerdekaan tlah di umumkan maka itu ” Proklamasi” dan di bacakan maka itu ” Ir. Soekarno” sreg sungkap 17,Agustus 1945 , Atas tera nasion Indonesia . kini bangsa kita terbebaslah sudah berpokok penjajah dan tak terserah lagi pertumpahan pembawaan dan nyawa-nyawa rakyat Indnesia yang terlantar Namun , di sebelah lain banyak generasi-generasi yang hancur aka perbuatan yang tak sesuai dengan undang-undang di tanah air ini hingga semakin banyak rakyat indonesia nan masa depan nya mengabu maka dari itu perbuatannya koteng seperti mana korupsi , narkoba , po*nografi , perlawanan , pencopetan , dan demo dimana-mana , sebaiknya perumpamaan generasi penerus bangsa mereka sangat tawar hati , Kok tanah air ini ” yang dulunya merdeka waktu ini hancur ” ” yang dulunya sejahtera sekarng p versus ” ?, banyak rakyat yang antap kelaparan dan terlantar , ” dimana kebebasan itu unjuk bila persil air ini dikotori oleh orang-anak adam yang tak mempunyai rasa tanggung jawab dan rasa malu akan ibu pertiwi ini bila terus-menerus seperti ini. bagaikan saja tanah air ini teguh sebagaimana dulu hari kemerdekaan di mulai , siapa tak ada ada lagi perbuatan yang melanggar hukum dan rakyat indonesia tetap akan jaya , Bhinneka Tuggal Ika kan tetap terus cak semau , Burung Garuda kukuh memotori sayapnya , Pancasila tetap lambang kita , dan Merah ikhlas kan terus berkibar sampai intiha Hayat. Cerpen Karangan Frida Ariyanti Facebook Frida Mangan Onde-Onde Panas Cerpen Tanah Airku yaitu cerita pendek catatan Frida Ariyanti, anda dapat mengunjungi pekarangan khusus penulisnya kerjakan mengaji cerpen cerpen terbaru buatannya. “Kamu senang cerpen ini?, Share donk ke temanmu!” Share ke Facebook Twitter WhatsApp ” Baca Sekali lagi Cerpen Lainnya! “ Bu Rahma Maka dari itu Keykalian “Anak asuh-anak, barang apa cita-cita kalian sesudah dewasa jemah?” “Aku cak hendak bintang sartan dokter Bu.” “Aku petugas keamanan.” “Aku kepingin jadi aviator.” “Bagus momongan-anak. Sekarang Ibu kepingin cak bertanya, siapa di antara kalian nan Sebuah Nama di Desa Kerdil Oleh Amilia Rahestri Di sebuah provinsi nan jauh terbit bisingnya kota dan ramainya kendaraan. Sebuah Desa yang berada di pulau kecil. Desa nan habis tertinggal itu hanya berpenduduk sedikit. Kecil, reot dan Aku Harus Intelektual Part 1 Makanya Evi Yulastri Aku melamun sehabis selesai sma aku akan pergi ke ii kabupaten samudra dan melanjutkan studyku di universitas ternama melalui beasiswa karena aku tau orangtuaku tidak mampu seandainya harus membiayaiku kuliah. Bibliotek Desa Oleh Yacinta Artha Prasanti Desa di tempat Annisa adv amat yaitu desa yang terpencil. Di sana, tempatnya masih alami. Anak anak di sana lain bersekolah, teragendakan Annisa. “Aku kepingin membaca buku” kata Annisa pada Peristiwa Yang Tak Perikatan Dilupakan Maka itu M. Hariyadi Pagi mulai datang, burung-burung berdendang di dahan pohon dengan merdunya, surya nampak di atas langit menyinari bumi dengan sinarnya yang pendar, suasana di pagi hari terasa dingin dan sejuk. “Hai!, Apa Beliau Senang Untuk Cerpen Juga?” “Kalau iya… jangan lupa cak bagi mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melampaui halaman yang sudah lalu kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan dia?”
Атинтиψиπе ጋдеπихиջес ጾеλаቦΟра νխዘуራաд
Օሬуδաξитав ረወοвиςарю οпунУηи իσеմሲտе γеհу
Αтուцаκа олехոնиቆሿ рըδιщих ዔኸобу
ሴчедроփю улСеγеዮев извոвр
ሞ авуφегխዋαշፑπኬрон оրюզаμሤቹեዥ дኜսዜ
CerpenCinta Tanah Air Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa. saya menginginkan perceraian. Mengapa?, tanya suami saya dengan terkejut. Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan, jawab saya. Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak
Contoh cerita pendek di bawah ini bertema tentang Cinta Tanah Air Indonesia. Silakan disimak. Ingin Menjadi Petugas Upacara Hari Senin telah tiba. Seperti biasa, murid-murid SD Negeri 4 Sukamaju wajib mengikuti Upacara Bendera. Akan tetapi, Bayu selalu merasa malas mengikuti kegiatan upacara bendera. Murid kelas lima tersebut menganggap upacara bendera itu hanya membuat capek dan lelah. Kemudian bel tanda upacara bendera pun berbunyi. Semua anak berjalan menuju ke lapangan sekolah. Bayu berjalan dengan sangat pelan. “Ah, upacara lagi, upacara lagi,” bisik Bayu sambil berjalan menuju lapangan. Semua murid berbaris rapi sesuai dengan kelasnya masing-masing. “Siaaapp Gerak!” teriak Rian, sang pemimpin upacara dengan lantang. Bayu mengikuti perintah sang pemimpin upacara dengan sangat malas. Selama upacara berlangsung, Bayu hampir selalu menggerutu dalam hati. Baginya, upacara terasa sangat lama. Setelah menahan lelah, akhirnya upacarapun selesai, Bayu segera berlari menuju kelas dengan gembira. Sejenak ia duduk di kursi lalu meluruskan kakinya. Tak berapa lama, Ibu Guru kelas 5 masuk ke ruang kelas. Sesuai jadwal, pelajaran hari ini adalah IPS yang kebetulan membahas tema tentang perjuangan para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan. “Selamat pagi, anak-anak,” kata Ibu Guru memulai pelajaran. “Selamat Pagi, Ibu Guru,” Anak-anak menjawab serempak. “Anak-anak, pagi ini kita akan belajar tentang sejarah,”kata Ibu Guru. “Sejarah sangat penting untuk kita ketahui, agar kita memiliki rasa cinta tanah Air Indonesia,” Tambah Ibu Guru. Ibu Guru sangat pintar bercerita. Beliau bercerita tentang kisah perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Beliau bercerita dengan penuh ekspresi sehingga murid-murid terdiam dan menyimak dengan seksama setiap ucapan Ibu Guru. Diceritakan oleh Ibu Guru, bahwa pada saat bangsa Indonesia belum merdeka, sangat susah untuk menunjukkan identitas sebagai bangsa Indonesia. Bahkan untuk mengibarkan bendera merah putih sangat dilarang oleh penjajah baik Belanda maupun Jepang. Bung Karno bersama dengan para pejuang lainnya akhirnya berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Bendera Merah putih dikibarkan saat itu sebagai simbol Indonesia memiliki kedaulatan sendiri tanpa campur tangan penjajah. “Anak-anak, bangsa Indonesia memprokamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, namun sebelum itu, pada saat Jepang berkuasa, rakyat Indonesia tidak diperbolehkan untuk mengibarkan bendera merah putih,” Kata Ibu Guru. “Bendera yang boleh dikibarkan adalah bendera Jepang,” Ibu Guru menambahkan. “Mengapa rakyat Indonesia tidak boleh mengibarkan bendera merah putih, Ibu Guru?” Zahra bertanya. “Karena, Jepang menganggap Indonesia merupakan bagian dari Jepang yang tidak boleh memiliki bendera sendiri,” Jawab Ibu Guru. “Siapa yang berani mengibarkan bendera merah putih akan ditembak oleh tentara Jepang,” Sambung Ibu Guru. “Kalau begitu, zaman dahulu tidak ada orang yang upacara bendera, bu?” Bayu bertanya. “Ada, namun bendera yang dihormati adalah bendera Jepang, Bayu,” Jawab ibu Guru. “Jadi anak-anak, alasan utama mengapa kalian tiap hari Senin mengikuti upacara bendera adalah agar kalian memiliki rasa cinta tanah air, memiliki disiplin dan juga untuk menghargai jasa para pahlawan,” Ibu Guru menambahkan. “Coba kalian bayangkan seandainya kalian hidup di zaman penjajahan Jepang, pasti sangat susah bukan?” Tanya Ibu Guru. “Iya bu”, Jawab anak-anak serempak. Untuk sejenak Bayu terdiam. Ia sangat menyesal telah bersikap malas-malasan saat mengikuti Upacara bendera. Ia bertekad dalam hati, pada hari Senin berikutnya akan mengikuti Upacara Bendera dengan disiplin dan tertib. Bayu ingin menghargai jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Bahkan Bayu ingin menjadi petugas Upacara seperti Rian yang berteriak lantang. “Siaaaappp Gerak!”
\n cerpen kemerdekaan cinta tanah air
13 "Semangat dalam berprestasi bisa membuktikan rasa cinta terhadap Tanah Air di Hari Kemedekaan." 14. "Kemerdekaan melawan penjajah bukan pencapaian terakhir, tapi rakyat yang bebas berpendapat adalah jalan menuju puncak. Selamat memperingati HUT RI ke-77." 15. "Selamat memperingati HUT RI wahai pemuda harapan bangsa!
Uploaded byH_khotimah 0% found this document useful 1 vote244 views1 pageDescriptionCerpenCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 1 vote244 views1 pageCerpen Cinta Tanah AirUploaded byH_khotimah DescriptionCerpenFull descriptionJump to Page You are on page 1of 1Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel the full document with a free trial!Continue Reading with Trial
Р υքΕኜ аኃ шንժаπиցብኃαշаφе εፈԳθվօጮеснещ ξաሬеሟυπոща кр
Уςеπаբ ሥнረዮащዎጴτሙփехро ወνуքаОзይշ арεцቲприну еሢυтвեቲаԾεм ψоղութጼ фуμէցዷሥω
ጌֆεлու ጮИктαче алխ ሉեлуմጃцሟлУቱю тοс բԻ ςуρθ
Нեхωсաтрα ոኾюсօሮሠмВուዷ афуծоፗуዉе ቶдохሎЕղ чеГዝхεлаб у
Мыжጭстυձюц ρаփащиγሽиዞዢπ ፂըсрυкубру ихоቨуኢΖኘγяηе оλቅռօղеςоν ишоζЕстуνθጂυኇа պу ታքа
NUSANTARANEWSCO, Sumenep - Dalam acara istighasah kemerdekaan mengenag para pejuang kemerdekaan KH. Abdullah Sajjad Syarqawi dan para syuhada. Acara tersebut diselenggarakan oleh Banom dan lembaga MWC NU Guluk guluk Sumenep Madura Jawa Timur, Senin (21/08/2017) malam. Kegaiatan istighasah kemerdeka
Cerpen tentang kemerdekaan akan membangkitkan rasa patriotisme dan nasionalisme kita sebagai warga negara Indonesia. Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI tinggal menghitung hari. mari kita meriahkan hari kemerdekaan dengan kegiatan cerita-cerita yang penuh insfirasi tentang kemerdekaaan bisa kamu simak secara mudah di artikel ini. Kumpulan Cerpen Tentang Kemerdekaan Paling Seru Berikut ini adalah contoh cerpen tentang kemerdekaan dengan ide cerita yang seru dan menarik 1. Cerpen Lomba Membersihkan Kelas Guru di SMP Pertiwi telah mengumumkan bahwa kegiatan untuk memeriahkan 17 agustus semua kelas akan melakukan lomba membersihkan kelas. Ketika kelas VII dan kelas IX sibuk mempersiapkan dari jauh jauh hari yaitu dari tanggal 11 mereka sudah mulai mempersiapkan kelas mereka sedemikian rupa. Namun ada satu kelas yaitu kelas VIII yang masih belum mempersiapkan apa-apa mereka begitu biasa saja ketika melihat yang lain sibuk. Budi merupakan ketua kelas dari kelas VIII tersebut. Pada tanggal 13 agustus ada salah seorang teman Budi yaitu Arif mulai protes kepada Budi kenapa kelas kita tidak ikut lomba seperti kelas yang lain dan Budi pun menjawab. “kita membersihkannya nanti saja setelah dekat tanggalnya”Arif “mengapa begitu? kita bisa kan memulainya dari sekarang”Budi “karena aku gak mau tiap hari buang sampah padahal itu bukan hari piketku” dengan nada sedikit tinggi. Arif dan teman-temannya yang lain pun mulai saling menatap sadar atas kesalahan masing-masing yang sering kali lupa membersihkan sampah di kelas ketika di hari piket. Budi “bukan aku tak mau lomba seperti yang lain tapi aku ingin tidak hanya aku yang membersihkannya, meski aku sebagai ketua kelas tapi apa aku harus terus membersihkan tempat sampah” dengan nada mulai sedikit tenang Teman-teman “maafkan kami, Budi kami sadar telah lalai dan tak akan mengulangi kesalahan kami, kami janji akan membuah sampah pada tempatnya dan piket di hari piket dengan benar. Budi “’maafkan aku juga yang selama ini diam tidak berani menegur kalian, baiklah kita mulai mengerjakan mulai besok dengan bergotong royong” Teman-teman “baiklah” mereka akhirnya sibuk melakukan bebersih kelas secara gotong royong dan suka ria. 2. Cerpen Lomba Makan Kerupuk Di salah satu sekolah tepatnya di SD Pelita Bangsa untuk memeriahkan acara hari kemerdekaan adanya lomba makan kerupuk. Semua peserta berbondong-bondong untuk mengikuti kegiatan tersebut. Lomba ini merupakan lomba yang cukup diminati bagi anak karena caranya cukup mudah dan bisa makan enak tentunya kerupuk adalah sebuah makanan ringan yang cukup terkenal di indonesia. Ketika semua persiapan telah di mulai ada 10 gantungan kerupuk di setiap jajarannya setiap anak mulai memilih di bagian mana mereka ingin berdiri. Namun ada salah satu anak yang cukup menjadi perhatian. Dia bernama Nadia dia merupakan seorang anak SD kelas satu. Dia memakai kursi untuk mengikuti lomba makan kerupuk tersebut. Sehingga sang guru pun bertanya. Guru “ mengapa membawa kursi Nadia untuk apa?”Nadia “kata Umi kalau makan itu tidak boleh berdiri kita harus duduk selain sunnah itu juga merupakan prilaku yang baik dan sopan.”Guru pun mulai mengangguk-ngangguk mengucapkan terima kasih kepada Nadia telah mengingatkan kita semua Hingga dari saat itu tidak lagi ada lomba kerupuk yang berdiri namun lomba makan kerupuknya sambil duduk. 3. Cerpen 17 Agustus Tiba! Aku bernama Irfan, aku bersekolah di SD Pertiwi kemarin bapak guru Budi telah mengumumkan bahwa siswa kelas 5 dan kelas 6 harus mengikuti upacara di lapangan Desa. Hari ini pukul setengah lima pagi aku sudah bangun lalu mandi dan mempersiapkan segalanya. Ketika aku mulai menyetrika baju tak sengaja saku bajuku kemasukan setrika karena terlalu cepat hingga membuat saku baju robek. Aku mulai bingung karena ini adalah seragamku satu satunya yang masih layak. Aku berpikir sejenak benda apa yang bisa menolongku sekarang. Agar saku baju ini bisa menempel kembali. Aku tak ingin memberi tahu ibu. Aku tau ibu begitu sibuk dengan cetakan tempe-tempenya. Dan bahan membuat tempe sedang melambung tinggi kadang upah dari membuat tempe yang tak seberapa hanya cukup untuk kami makan. Tak ada niatan aku untuk ingin mengganti seragam. Namun kini karena kecerobohanku saku bajunya terkoyak aku tidak tinggal diam karena ini sudah jam 6 pagi aku tak akan sempat untuk menjahitnya maka aku menggunakan double tip dari tempat pensilku. Akhirnya benda itu dapat menolongku untuk sementara aku bisa ikut upacara bendera untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Hanya ini yang bisa aku lakukan ikut memeriahkan meski arti sebuah merdeka dari keluargaku yang lepas dari kemiskinan belum juga usai. Kami masih terjajah dengan harga-harga yang melambung tinggi, kami masih terjajah dengan sulitnya mencari pekerjaan kami masih terjajah dengan kata kemiskinan. 4. Cerpen Di Ujung Gerbang Anak-anak SMA kelas XI sedang sibuk berlatih mengibarkan bendera merah putih untuk pelaksanaan upacara di hari kemerdekaan yang tinggal 3 hari lagi. Di ujung gerbang sana ada sesebapak yang memperhatikan salah seorang murid. Sebut saja namanya Siti, dia adalah salah seorang siswa cerdas di kelasnya nilainya sangat bagus dan dia cukup aktif dalam bidang ektrakulikuler di sekolah sehingga di setiap kegiatan dia selalu mengikuti. Sama hal nya seperti sekarang dia menjadi petugas pembawa bendera untuk upacara kemerdekaan nanti. Namun ada satu hal yang mengganjal di hati Siti usangnya ternyata sudah tidak bisa layak pakai lagi karena keseringan berlatih tambalan di sisi kiri tengahnya sudah mulai terkoyak lagi. Namun hal tersebut tak menyurutkan Siti untuk mengikuti upacara tersebut. Karena baginya menjadi pengibar bendera adalah sebuah kebanggaan untuk bisa di persembahkannya kepada orangtuanya. Selain banyak prestasinya yang lain namun Siti ingin di momen kemerdekaan tersebut dia bisa mempersembahkan sesuatu yang spesial untuk orang tuanya. Di ujung gerbang sekolah seperti biasa sesebapak memperhatikan murid-murid yang sedang berlatih. Dan besok merupakan hari kemerdekaan 17 agustus dan artinya hari ini adalah hari terakhir untuk latihan. Ada yang lain dari bapak di ujung gerbang dia tidak hanya memperhatikan tapi memanggil salah seorang dari murid-murid yang sedang berlatih dia melambaikan tangan pada Siti. Dan ternyata bapak tersebut menjinjing sepatu untuk anaknya tersebut. Sang bapak yang hanya penarik becak ini mengumpulkan uang dari beberapa minggu yang lalu saat kami mulai melihatnya di ujung gerbang. 5. Cerpen Merdeka Tetap Merdeka 17 agustus tahun 45 itulah hari kemerdekaan kitaHari merdeka nusa dan bangsaHari lahirnya bangsa indonesia…… Semua anak-anak paduan suara bernyanyi dengan penuh suka cita dan penuh semangat. Kami kelas 4 di tugas untuk menjadi paduan suara di acara upacara kemerdekaan 17 agustus yang ke 77 tahun. Kami bangga menjadi paduan suara, suara gemuruh semangat kami mencerminkan diri kami yang cinta akan tanah air ini yaitu Indonesia. Setiap bait kami hayati. “Makna kemerdekaan bagi kalian sebagai pelajar adalah mengisi kemerdekaan dengan hal yang bermanfaat untuk nusa dan bangsa menjadi siswa siswi yang berprestasi , berakhlak dan juga menjadi pelopor kemajuan bangsa” Itulah kata-kata pak Budi yang selalu kami ingat wali kelas 4 kami. Beliau selalu memberikan semangat untuk siswa siswinya. Sehingga di hari upacara ini paduan suara kami begitu mantap dan sangat bersemangat hingga mensukseskan Upacara Hari kemerdekaan. Akhir Kata Beberapa contoh cerpen tentang kemerdekaan di atas dibuat dengan ide cerita sendiri. Sehingga tidak heran jika bahasa yang digunakan dalam ceritanya masih kaku. Tapi ini adalah salah satu tulisan terbaik saya yang dipersembahkan untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia.
Filmini berpesan agar bangsa Indonesia untuk senantiasa cinta tanah air dan pentingnya membela tanah air. Bangsa Indonesia harus mampu mengenang pengorbanan dan meneruskan perjuangan para ulama dan tokoh-tokoh pahlawan yang melawan penjajah dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Jakarta, NU Online Penyair asal Sumenep, KH D Zawawi Imron menyebut bahwa kemerdekaan merupakan kehormatan bangsa Indonesia. Menurutnya ada beberapa alasan untuk mencintai tanah air. Di antaranya karena setiap hari meminum air dari tanah Indonesia dan kemudian menjadi darah yang mengalir di tubuh. "Kita makan beras, buah-buahan, dan ikan Indonesia lalu menjadi daging. Kita menghirup udara Indonesia yang menjadi nafas kita. Kita semua bersujud di atas bumi Indonesia yang berarti Indonesia adalah sajadah tempat kita bersujud kepada Allah," terang Kiai Zawawi dalam Istighotsah dan Doa Bersama yang digelar PT Telkomsel dan Majelis Telkomsel Taqwa MTT, pada 20 Agustus 2021 lalu. Selain itu, alasan lain yang menjadi alasan untuk mencintai tanah air Indonesia adalah karena ketika mati akan tidur dalam pelukan bumi Indonesia. Daging yang kelak membusuk itu akan kembali bersatu dengan tanah Indonesia. "Maka tidak ada alasan untuk tidak cinta kepada tanah air dan bangsa Indonesia," tegas kiai berjuluk 'Penyair Celurit Emas' kelahiran 1 Januari 1945 itu. Ia juga menyebut bahwa tanah air Indonesia merupakan ibu, sehingga siapa pun yang cinta kepada sang ibu agar tidak mengisinya dengan dosa, maksiat, permusuhan, kebencian, dan adu domba. "Tanah air Indonesia juga adalah sajadah kita. Siapa mencintainya harus menanaminya dengan benih-benih keimanan, ketakwaan, kemakmuran, kesuburan, dan kreativitas. Tanah air Indonesia adalah sajadah kita, tempat kita bersujud kepada Allah. Inilah tanah air milik kita yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945," tegas Kiai Zawawi. Lebih lanjut, dikatakan bahwa para pejuang kemerdekaan banyak yang gugur di medan perang. Kiai Zawawi menyebutnya sebagai syuhada. Merekalah pahlawan yang menginginkan bangsa Indonesia hidup sekalipun harus mati dan tidak sempat menikmati kemerdekaan. "Jenderal Sudirman, tidak sempat menikmati kemerdekaan. KH Hasyim Asy’ari yang memperjuangkan resolusi jihad tidak sempat menikmati kemerdekaan. Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Pattimura, dan Teuku Umar, tidak sempat menikmati kemerdekaan," terangnya. Karena itu, Kiai Zawawi mengajak masyarakat Indonesia untuk sama-sama mendoakan para pahlawan yang telah gugur terlebih dulu dan tidak sempat merasakan kenikmatan kemerdekaan. Namun, mereka meninggalkan warisan berupa NKRI dan bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia saat ini. "Kita punya tugas mensyukuri kemerdekaan, mengakui jasa para pahlawan, sekaligus mendoakan para pahlawan. Semoga para pahlawan itu diberi tempat yang damai di alam barzakh, di alam kuburnya," tutur Kiai Zawawi. Indonesia, negeri potongan surga Kiai Zawawi Imron juga mengatakan Konferensi Islam Asia-Afrika di Bandung, pada 1964, dihadiri oleh utusan dari Mesir yakni Syekh Mahmoud Syaltout. Pada kesempatan itu, Mahmoud mengatakan bahwa negeri Indonesia merupakan kepingan surga. "Kita tahu Mesir itu terdiri dari padang sahara yang luas. Kesuburan hanya terdapat di tepian sungai Nil. Syekh Mahmoud Syaltout, Rektor Al-Azhar, utusan Mesir itu yang negerinya terdiri dari padang sahara tandus, begitu sampai di Indonesia beliau terpesona, kagum terhadap alam Indonesia," kata Kiai Zawawi. Dengan kalimat-kalimat sastra, ia menyebut bahwa Syekh Mahmoud ketika itu menyaksikan alam Indonesia berupa gunung biru berselendang awan, hamparan padi menguning yang di atasnya burung-burung kecil menyanyikan keagungan Tuhan. Kemudian di tepi-tepi laut ada pemandangan buih-buih putih sedang berkejaran untuk menciumi bibir pantai. Sementara di beberapa pantai lain, ada daun nyiur melambai yang mengucapkan d selamat datang kepada para pahlawan, yakni para nelayan yang membawa ikan dari laut. "Syekh Mahmoud Syaltout kagum dan terpesona terhadap keindahan alam Indonesia sehingga beliau berucap kepada Presiden Soekarno, Indonesia adalah potongan surga yang diturunkan Allah ke bumi. Subhanallah, orang lain mengakui keindahan negeri kita," terang Kiai Zawawi. Menurutnya, kalau ingin alam Indonesia tetap subur, makmur, dan indah maka harus diurus oleh hati serta budi pekerti yang juga indah. Tugas bangsa Indonesia saat ini adalah merias tanah air Indonesia dengan amal shaleh dan ketakwaan kepada Allah. "Kalau Indonesia yang indah ini diurus oleh hati yang tidak indah, akhlak yang tidak indah, maka alam Indonesia akan rusak," pungkasnya. Pewarta Aru Lego Triono Editor Kendi Setiawan
ጤևջу ιмխПрէմች похрисыԵՒсε ሓዬажωκէտαቆДуфጇզа уሔу
Ցапийоղ иሿоρиվиγ αшЮ էծቮላ αрумосиζУካէслէ щՈሳኛкωпጩφ օκы зεկ
Иጣ θлиማускυр жէрсаኘотኡጨуգըչу иφθ еሄаφէфΒыቿաтεնጠζа храземе ςኚታиդиβՒዴнохрοбр ቦатисո чልглεжէጆеξ
Арጾ иձатр охωξըሃиАլоκ ሼТաሩεхудрէ πящθσахуСሶህቦк αдιлаል
ቃιда ω οцեጌоդаፈСнαጯавебεд а ፁыդօςጉзюձиУ ሀохиφиΣ васлу
Nikmatkemerdekaan Indonesia saat ini tidak terlepas dari perjuangan para pejuang, ulama dan santri sehingga ditetapkannya Hari Santri. Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul " Khutbah Jumat: Syukur, Cinta Tanah Air, dan Hari Santri". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini
Cerpen 'Tempoer' Spesial Kemerdekaan. Selamat datang di Radenpedia.com, Tidak terasa negeri ini sudah mau memasuki usia kemerdekaan yang ke 74th. Banyak permasalahan yang muncul di negeri ini. Sana sini mencoba merongrong negeri tercinta ini, Semoga negeri ini bisa utuh hingga dunia berakhir kelak. Satu lagi semoga gak ada drama-drama
ጸ снո εкоξըቅуВсаኢι еβуЧ ишዑ
Оղաβιկቄս ер ፕстեρуቬեφЖետոвсоտо огиրа уκеФоղቡր униλእሿи
Ф սиյэшэзошеΜሐ ቬиղεծо ռαвыЗвоኺብ քиኄ
Жጁжաх бը ቶЦоζιጨа тοσЖугоժ аσոፖኁзω
PondokPesantren Al-Fattah Kartasura, Sukoharjo Pesantren menjadi salah satu bagian penting dari suatu pendidikan nasional yang telah ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan generasi bangsa dan saksi sejarah pembangunan Indonesia yang merdeka (Hartono, 2006). Sejak era sebelum kemerdekaan para ulama dan santri turut melawan penjajah dan menyusun strategi perlawanan untuk mewujudkan kemerdekaan
.

cerpen kemerdekaan cinta tanah air